Selasa, 30 Juni 2009

aku dan regresiku

1 komentar
sahabat kecilku, ku harap kalian bisa kembali
kembali tuk temaniku
dulu kalian selalu hiasi lamunanku
sebelum si sombong ini muncul
kalian temani aku kapan pun aku mau
kenapa kalian tak pernah hadir lagi?
aku belum cukup berani tanpa kalian

tadi kalian ku panggil...
tapi...
mengapa sakit yang kurasa?
apa karena kalian telah terusik dengan yang nyata?
jahat sekali dia!

kalian ingat dulu...
saat kalian pertama hadir...ibu marah padaku...
saat aku sendiri di rumah...kalian ramaikan hatiku...
saat aku sedih...kalian menghiburku...
saat aku kesal...kalian membalasnya...
dan saat aku senang...kalian menambahkannya...

kemarin aku bangga
karena kalian tepati janji kan pergi pada waktu yang tlah kita sepakati
tuk menjadikanku yang sadar
agar aku mengenal yang lain
dan saat itu ku temukan pengganti
bagai ku temukan wujudmu yang nyata
tapi kalian tetap hadir temani aku
walau dalam wujud yang tak lagi serupa
kadang kalian buatku takut
takut ketika kita bersama dan yang nyata itu pergi

tapi saat ini...saat ini...
apa kalian dipaksanya pergi?
hingga kalian tak ingin lagi temaniku?
tapi mereka jadi yang jahat saat kalian pergi

aku sayang kalian berempat...
kalian bagian terindah yang menemaniku
dan saat ini kurasakan pahitnya tanpa kalian
tapi aku tau...
kalian pergi karena aku harus kenal yang lain
dan aku tau...
kau tak tega tinggalkan aku kesakitan di sini
hingga kau hadirkan teman
aku janji pada kalian untuk menjaga mereka berdua
agar aku yang nyata tak buat mereka bosan

kalau kau dengar aksaraku ini
maafkan aku karena kita saling menyakiti dengan pilihan kita
selamat tidur semua....

kamu ada karena aku...
dan kalian tinggalkan jejak pada hidupku...

Rabu, 24 Juni 2009

menuju yang tak sadar

0 komentar
bingkai ketiadaan kini membelenggu
tidak ada kata yang tampak
bahkan tak ada yang tersimpan
yang ada hanya coretan bagai benang kusut
yang entah bagaimana membacanya

janji tenang singgah temani sementara
semua bilang lara pasti datang
namun aku tak sabar di sini
biar...biar...perih itu hadir untuk dirasa
agar semua tau apa yang dimau

ketidakpastian itu tetap hadir
entah untuk mengobati atau menambah lagi luka
hanya sabar yang diharap muncul tuk temani tenang
hingga coretan tak bermakna itu mundur
diganti tabularasa yang mulai ditorehkan dialektika baru

satu genggaman

0 komentar
bilik-bilik kini mulai jadi kokoh
entah siapa yang buat
semua adalah tokoh
dan akan tergenggam erat

naif memang membelenggu
tak tahan ingin hilang
namun mereka menggenggam
tak ada izin tuk pamit

beranjak berdiri tampak optimis
dan ucapkan terima kasih untuk hidup jadi mahir
getir semua terasa manis
manis pun berubah getir

berdiri lalu melayang
melayang lalu dihempas
tersungkur lalu digenggam
tak mau lagi hadir pesimis

awal baru digenggam

Minggu, 14 Juni 2009

satu aksara

0 komentar
tak bersua
kata tak lagi terjamah
sebab hanya ada satu aksara
yang tak pernah lepas

setiap ku pandang...
setiap ku ingat...
setiap ku rasa...

pandang mata itu
tak ingin ku lepas
biar hanya diam
tergambar

ku ingat awal
kaku yang timbul
aku pun pesimis
akankah usai

rasa masih terasa
hanya aku yang tau
ku biarkan ini beku
agar tetap utuh

ku harap kau mau mengerti...
rasa satu aksara
 

pena dalam pandora... Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template